Gaji karyawan dibayar tepat waktu, Roeroe: Tuhan turut campur tangan

Manado- Perbaikan demi perbaikan terus dilakukan jajaran Direksi PD Pasar Manado dibawa komando Pnt. dr. Roland Roeroe. Bukan hanya mengejar target pendapatan, Roeroe Cs juga menjamin hak seluruh karyawan yang bekerja di PD. Pasar.

Seperti terlihat Sabtu (19/06) tepat sebulan setelah dilantik, Direksi PD Pasar Manado langsung membayar gaji semua karyawan yang sebelumnya selalu terkatung-katung dan selalu menimbulkan polemik.

Proses pembayaran ini dilaksanakan di kantor PD Pasar dan dibawa pantauan langsung Oleh Direktur Utama (Dirut) Roland Roeroe. Dalam kesempatan ini, Roland mengatakan bahwa Jajaran Direksi komit untuk membawa PD Pasar Manado menjadi jauh lebih baik dan profesional sesuai harapan Walikota – Wakil Walikota Manado, Andrei Angouw dan Richard Sualang.

salah satu karyawan nampak melakukan tanda tangan untuk menerima haknya

Menurut Roeroe, semua yang dicapai PD Pasar sampai hari ini bukan semata-mata hanya karna kekompakan tim, terlebih dari itu, karna Tuhan turut campur tangan.

“Apa yang dicapai saat ini karena pertolongan Tuhan. Kami PD Pasar, diberikan kelancaran, sehingga saat rekapitulasi keuangan, hasil yang bisa didapatkan, cukup untuk membayarkan gaji seluruh karyawan berbasis kinerja, dihitung sejak kami dilantik 17 Mei hingga 17 Juni 2021” kata Roeroe.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Umum, Lucky Senduk dan Direktur Operasional PD Pasar, Irving Kurniawan Biki, mengungkapkan bahwa masih ada yang perlu dibenahi, salah satunya terkait pembayaran gaji karyawan yang masih dilakukan secara manual atau tunai. Mereka berharap pembayaran secara manual ini adalah yang terkahir kali dilakukan.
“Ke depan, target kami, jika sudah bisa bulan depan, pembayaran gaji sudah lewat sistem cashless atau sistem perbankan,” harap Senduk.

Terlihat Roland Roeroe memantau dengan teliti

Dia juga mengatakan jika nanti kedepannya akan ada pemotongan gaji karyawan, itu dilakukan karena karyawan tidak masuk kerja atau alpa, atau bahkan karyawan tersebut memiliki hutang/kas bon.

“Pemotongan gaji tetap akan dilakukan, tentunya disesuaikan dengan aturan undang-undang ciptaker. Namun tidak dipotong semuanya, agar ada yang akan mereka bawa pulang ke rumah” jelas Senduk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *